I LOVE YOU, GOODBYE
~last episode ~
“Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu
sudah bertemu dengan Sonya!” ucap ku dengan nada geram dan marah pagi ini
setelah kejadian kemarin di toko boneka.
“Hah?” “aku tidak memberitahumu? Coba check saja
Hp mu itu, berapa kali aku telpon kamu! Check inbox mu, berapa kali aku sms
kamu tapi gag kamu bales!” sahut nya dengan nada geram dan tinggi pula. “Aku
sudah bertemu Sonya dua hari lalu, aku dan Sonya sudah pergi ke rumahmu untuk
bertemu kamu tapi rumahmu selalu kosong!” “Aku dan Sonya juga pergi ke pantai
tempat kalian biasa bersama tapi juga tidak bertemu denganmu!” lanjutnya dengan
geram. “lalu siapa gadis yang bersamamu kemarin? Apakah secepat itu kamu
menemukan pengganti Sonya?” tanyanya masih dengan nada marah.
“lalu dimana Sonya sekarang?” tanyaku kepada
nabilah sambil tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan nabilah tadi.
“untuk apa kamu mencari Sonya lagi? Tidak
cukupkah kamu menyakitinya dengan kejadian kemarin? Kita sudah melihat kejadian
kemarin dengan jelas. Jika aku diposisi Sonya pun aku akan merasa sakit
sekali.” Jawabnya dengan sejuta pertanyaan menyudutkanku lagi.
“Aku dan Wahyu memang tidak ada apa – apa, kami
hanya sahabat saja dan aku hanya membantu dia mencari Sonya orang yang
dicintainya selama ini.” Sahut seseorang yang tiba – tiba datang dan menengahi
pertengaranku dengan nabilah yang tak lain dia adalah Melody. “jangan salah
paham dahulu terhadap Wahyu dan jangan luapkan kemarahanmu kepada dia, ini
semua salahku.” Ucap Melody sambil membungkuk dan meminta maaf kepada nabilah.
“aku memang tidak tahu dimana sonya sekarang,
mungkin dia sedang berada di airport karena kemarin dia bilang dia ingin pergi
sekolah ke jepang dan ini nomer ponselnya.” Sahut nabilah dengan nada lembut
dan tersenyum kembali.
Tanpa basa – basi pun aku segera naik ke mobil
dan tancap gas sambil berusaha menelpon sonya. Tapi tiba – tiba saja Bruuak! Sesuatu menabrak
mobilku dan sekitarku berubah menjadi gelap seketika.
Tiba – tiba aku mendengar seseorang memanggil
namaku dengan lembut. “wahyu sadarlah, aku sudah disisimu sekarang.” Aku
seperti mengenal suara itu pikirku. Tapi kenapa badanku tidak bisa digerakkan.
Apa yang terjadi padaku, pikirku dalam hati. Perlahan aku membuka mataku dan
kulihat semua orang yang kucintai ada di sampingku, terutama Sonya dia
menggenggam erat terus tanganku dan tak henti – henti nya menangisiku.
“Kenapa semua menangis ? aku baik – baik saja.”
Ucap ku pertama kali kepada mereka ketika aku tersadar. “dimana aku dan apa
yang terjadi padaku?” tanyaku selanjutnya kepada mereka.
Perlahan – lahan Sonya dan Melody menjelaskan
apa yang barusan terjadi dan ku alami. Aku mendengarkan dengan detil penjelasan
mereka. Aku sesekali memandang mereka berdua. Aku merasa aku memang benar –
benar menyukai mereka berdua. Aku mengucapkan terima kasih kepada melody yang
telah menemaniku beberapa hari ini dan aku terus menggenggam tangan sonya
dengan erat dan tak henti – hentinya ku meminta maaf kepadanya atas perbuatan 3
tahun lalu yang telah meninggalkannya. Aku sadar waktuku tidak banyak,aku dapat
merasakan bahwa nafasku hanya tinggal sedikit lagi. Aku mulai menceritakan kepada
nabilah, Sonya dan melody kejadian 3 tahun lalu. Alasan kenapa aku meninggalkan
orang yang paling ku cintai dan pergi ke Paris, kenapa aku datang kembali ke
Indonesia, bahkan tentang perjodohanku dengan stella dan satu rahasia yang tak
pernah ku ceritakan kepada mereka tentang penyakitku.
“tujuan utamaku pergi ke Paris sebenarnya
adalah untuk berobat, aku menderita kanker otak. Tapi Tuhan terus memberiku
kehidupan sehingga aku bisa bertemu denganmu dan menjelaskan semuanya
kepadamu.”
“Sonya, aku sungguh minta maaf karena tak
berkata jujur 3 tahun lalu, aku tak ingin membuatmu semakin sedih karena
mendengar tentang penyakitku ini karena aku tahu kamu sudah sangat menderita
akibat perlakuan ibu ku terhadapmu selama ini.” Ucapku sambil meneteskan air
mata.
“Sonya, aku dan melody waktu itu hanya….”
“sudahlah, aku sudah tahu apa yang terjadi
waktu itu, Melody sudah menjelaskan nya kepadaku tadi.” Sahutnya sambil
memotong kata – kataku.
Aku pun tersenyum lega ketika sonya mengatakan
itu. Saat itu pula aku melihat sonya tersenyum kembali. Senyum yang selama ini
aku rindukan selama 3 tahun silam. Senyum dari seseorang yang paling aku cintai
tapi tak pernah ku temui.
Aku pun melanjutkan
perkataanku, “ Sonya, waktu ku tidak banyak kali ini, aku ingin kamu selalu tersenyum
apa pun yang terjadi, kejarlah impianmu selama ini, aku tahu kamu ingin pergi
sekolah ke Jepang, maka setelah ini pergilah kejarlah impianmu itu.”
Aku pun mengambil sesuatu
dari saku celanaku. “ Sonya, ini adalah jam tangan dengan model panda seperti
yang aku janjikan padamu 3 tahun lalu. Aku tidak pernah melupakan janjiku
terhadapmu. Aku selalu melihat jam tangan ini ketika aku merindukan kehadiranmu
selama ini. Aku ingin kamu memiliki jam tangan ini.” Ujar ku sambil mengenakan
jam tangan itu ke tangan Sonya.
“ragaku memang akan pergi
meninggalkanmu, tapi cintaku selalu akan selalu ada di hatimu. Cintaku tak akan
pernah meninggalkanmu.” Ucapku dengan suara lirih dan terus menggenggam tangan
sonya. Aku melihat Sonya dan melody tak henti – hentinya berlinang air mata
mendengarkanku, akupun berusaha tersenyum kepada mereka dan berkata “aku ingin
pergi dengan senyuman dari wajah kalian, pliss aku mohon, jangan teteskan air
mata kalian.” Pintaku kepada mereka.
Mereka pun menahan
tangisan dan air matanya dan berusaha tersenyum kepadaku untuk terakhir
kalinya. Bahkan Nabilah pun ikut tersenyum dan menggenggam tanganku.
“ I love you Sonya, But
Good bye…..” itulah kata terakhir yang terucap dari mulutku dan senyuman mereka
mengantarkan kepergianku untuk terakhir kalinya dan selamanya.
add me on:
G + : Joko Bachtiar