Selasa, 14 Mei 2013

I love you, Good Bye ~last episode ~


I LOVE YOU, GOODBYE 

~last episode ~

“Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu sudah bertemu dengan Sonya!” ucap ku dengan nada geram dan marah pagi ini setelah kejadian kemarin di toko boneka.
“Hah?” “aku tidak memberitahumu? Coba check saja Hp mu itu, berapa kali aku telpon kamu! Check inbox mu, berapa kali aku sms kamu tapi gag kamu bales!” sahut nya dengan nada geram dan tinggi pula. “Aku sudah bertemu Sonya dua hari lalu, aku dan Sonya sudah pergi ke rumahmu untuk bertemu kamu tapi rumahmu selalu kosong!” “Aku dan Sonya juga pergi ke pantai tempat kalian biasa bersama tapi juga tidak bertemu denganmu!” lanjutnya dengan geram. “lalu siapa gadis yang bersamamu kemarin? Apakah secepat itu kamu menemukan pengganti Sonya?” tanyanya masih dengan nada marah.
“lalu dimana Sonya sekarang?” tanyaku kepada nabilah sambil tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan nabilah tadi.
“untuk apa kamu mencari Sonya lagi? Tidak cukupkah kamu menyakitinya dengan kejadian kemarin? Kita sudah melihat kejadian kemarin dengan jelas. Jika aku diposisi Sonya pun aku akan merasa sakit sekali.” Jawabnya dengan sejuta pertanyaan menyudutkanku lagi.
“Aku dan Wahyu memang tidak ada apa – apa, kami hanya sahabat saja dan aku hanya membantu dia mencari Sonya orang yang dicintainya selama ini.” Sahut seseorang yang tiba – tiba datang dan menengahi pertengaranku dengan nabilah yang tak lain dia adalah Melody. “jangan salah paham dahulu terhadap Wahyu dan jangan luapkan kemarahanmu kepada dia, ini semua salahku.” Ucap Melody sambil membungkuk dan meminta maaf kepada nabilah.
“aku memang tidak tahu dimana sonya sekarang, mungkin dia sedang berada di airport karena kemarin dia bilang dia ingin pergi sekolah ke jepang dan ini nomer ponselnya.” Sahut nabilah dengan nada lembut dan tersenyum kembali.
Tanpa basa – basi pun aku segera naik ke mobil dan tancap gas sambil berusaha menelpon sonya. Tapi  tiba – tiba saja Bruuak! Sesuatu menabrak mobilku dan sekitarku berubah menjadi gelap seketika.
Tiba – tiba aku mendengar seseorang memanggil namaku dengan lembut. “wahyu sadarlah, aku sudah disisimu sekarang.” Aku seperti mengenal suara itu pikirku. Tapi kenapa badanku tidak bisa digerakkan. Apa yang terjadi padaku, pikirku dalam hati. Perlahan aku membuka mataku dan kulihat semua orang yang kucintai ada di sampingku, terutama Sonya dia menggenggam erat terus tanganku dan tak henti – henti nya menangisiku.
“Kenapa semua menangis ? aku baik – baik saja.” Ucap ku pertama kali kepada mereka ketika aku tersadar. “dimana aku dan apa yang terjadi padaku?” tanyaku selanjutnya kepada mereka.
Perlahan – lahan Sonya dan Melody menjelaskan apa yang barusan terjadi dan ku alami. Aku mendengarkan dengan detil penjelasan mereka. Aku sesekali memandang mereka berdua. Aku merasa aku memang benar – benar menyukai mereka berdua. Aku mengucapkan terima kasih kepada melody yang telah menemaniku beberapa hari ini dan aku terus menggenggam tangan sonya dengan erat dan tak henti – hentinya ku meminta maaf kepadanya atas perbuatan 3 tahun lalu yang telah meninggalkannya. Aku sadar waktuku tidak banyak,aku dapat merasakan bahwa nafasku hanya tinggal sedikit lagi. Aku mulai menceritakan kepada nabilah, Sonya dan melody kejadian 3 tahun lalu. Alasan kenapa aku meninggalkan orang yang paling ku cintai dan pergi ke Paris, kenapa aku datang kembali ke Indonesia, bahkan tentang perjodohanku dengan stella dan satu rahasia yang tak pernah ku ceritakan kepada mereka tentang penyakitku.
“tujuan utamaku pergi ke Paris sebenarnya adalah untuk berobat, aku menderita kanker otak. Tapi Tuhan terus memberiku kehidupan sehingga aku bisa bertemu denganmu dan menjelaskan semuanya kepadamu.”
“Sonya, aku sungguh minta maaf karena tak berkata jujur 3 tahun lalu, aku tak ingin membuatmu semakin sedih karena mendengar tentang penyakitku ini karena aku tahu kamu sudah sangat menderita akibat perlakuan ibu ku terhadapmu selama ini.” Ucapku sambil meneteskan air mata.
“Sonya, aku dan melody waktu itu hanya….”
“sudahlah, aku sudah tahu apa yang terjadi waktu itu, Melody sudah menjelaskan nya kepadaku tadi.” Sahutnya sambil memotong kata – kataku.
Aku pun tersenyum lega ketika sonya mengatakan itu. Saat itu pula aku melihat sonya tersenyum kembali. Senyum yang selama ini aku rindukan selama 3 tahun silam. Senyum dari seseorang yang paling aku cintai tapi tak pernah ku temui.
Aku pun melanjutkan perkataanku, “ Sonya, waktu ku tidak banyak kali ini, aku ingin kamu selalu tersenyum apa pun yang terjadi, kejarlah impianmu selama ini, aku tahu kamu ingin pergi sekolah ke Jepang, maka setelah ini pergilah kejarlah impianmu itu.”
Aku pun mengambil sesuatu dari saku celanaku. “ Sonya, ini adalah jam tangan dengan model panda seperti yang aku janjikan padamu 3 tahun lalu. Aku tidak pernah melupakan janjiku terhadapmu. Aku selalu melihat jam tangan ini ketika aku merindukan kehadiranmu selama ini. Aku ingin kamu memiliki jam tangan ini.” Ujar ku sambil mengenakan jam tangan itu ke tangan Sonya.
“ragaku memang akan pergi meninggalkanmu, tapi cintaku selalu akan selalu ada di hatimu. Cintaku tak akan pernah meninggalkanmu.” Ucapku dengan suara lirih dan terus menggenggam tangan sonya. Aku melihat Sonya dan melody tak henti – hentinya berlinang air mata mendengarkanku, akupun berusaha tersenyum kepada mereka dan berkata “aku ingin pergi dengan senyuman dari wajah kalian, pliss aku mohon, jangan teteskan air mata kalian.” Pintaku kepada mereka.
Mereka pun menahan tangisan dan air matanya dan berusaha tersenyum kepadaku untuk terakhir kalinya. Bahkan Nabilah pun ikut tersenyum dan menggenggam tanganku.
“ I love you Sonya, But Good bye…..” itulah kata terakhir yang terucap dari mulutku dan senyuman mereka mengantarkan kepergianku untuk terakhir kalinya dan selamanya.



add me on:
twitter :  @joko_bachtiar
G + : Joko Bachtiar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar