I LOVE YOU, GOODBYE
~Part ~ 5 ~
“Kemana lagi kita pagi ini mencari Sonya?”pertanyaan yang sama yang setiap pagi selalu kudengar dari wajah cantik Melody. Aku tau ia bertanya kepadaku tapi selalu Setelah pertanyaan itu terlontar aku selalu terdiam dan termenung tak tahu harus mulai dari mana lagi aku harus mencari Sonya.
“Apa kita ke pantai lagi dan meng…”
“ke toko boneka saja” sahutku lantang dan memotong pertanyaan
Melody.
Melody menatapku kaget dan sinar kebingungan terpancar
diwajahnya seakan ingin bertanya kenapa aku ingin pergi ke toko boneka bukan ke
pantai dan menghabiskan waktu disana bersamanya seperti biasanya. Akupun hanya
membalas dengan senyuman tatapan kaget dan bingung dari wajah Melody itu.
“Mel,,, kenapa kamu selalu membantuku dan
menemaniku mencari Sonya selama ini?” Tanya q iseng dan agar memecah keheningan
diantara kami.
Dia menatapku dan sambil agak tertawa dia
menjawab, “kalau aku bilang aku melakukannya karena aku suka kamu trus aku
ingin selalu dekat kamu, apakah kamu percaya?”
Aku sontak kaget mendengar jawaban melody yang
seperti itu. Aku mulai berpikir apakah benar yang barusan diucapkan melody.
Apakah ia benar suka padaku? Aku mulai bimbang lagi tentang perasaanku sekarang
ini, apakah aku juga sebenarnya sudah mulai menyukai melody? Apakah aku harus
bilang ke melody kalau aku juga suka dia? Apakah keputusanku ini tepat? Arghhh,,,,
aku bergumam sendiri dalam hati, pertanyaan – peranyaan ini membuatku semakin
pusing dan dilemma saja.
Ckrek!
“Lihat, wajahmu cukup tampan dan lucu juga
kalau sedang bingung seperti ini. Ahahahah!” sambil tertawa dan menunjukkan
hasil shootnya barusan kepadaku. “Tenang saja tadi aku hanya asal bicara, aku
tahu kamu hanya mencintai Sonya seorang.” Ujar nya padaku dengan tawa dan wajah
merah merona. “Kita sudah sampai ini, apa kita akan berdiam di mobil hingga
toko ini tutup?” ucap nya dengan nada bosan.
“oh maaf – maaf, ayo kita lihat – lihat
kedalam.” Ucapku kaget dan agak gugup ketika menatap wajah manisnya.
“wahyu, ayo kemari!” teriak melody sambil
menarik tanganku. “coba lihat boneka itu!” sambil menunjuk boneka panda besar
di rak belakang deretan boneka ini. “Boneka panda ini lucu sekali, andaikan
saja ada yang mau membelikannya untukku.” Gumamnya denga wajah terkesima dan
kagum memandangi kelucuan boneka itu.
Sontak aku berpikir apakah melody itu sonya?
Kenapa saat aku bersamanya aku merasa bahagia seperti aku sedang bersama Sonya
dahulu. Tawanya, senyumannya, keceriaan di wajahnya, semuanya mirip dengan
sonya. Saat aku di dekatnya aku merasa bahagia, tidak seperti aku berada di
dekat Nabilah waktu itu. Ditambah lagi dia juga menyukai boneka panda sama
persis seperti Sonya. Apakah melody itu sonya? Apakah melody dan sonya itu
orang yang sama? Apakah melody itu jelmaan dari sonya? Ataukah ini hanya sebuah
kemiripan saja? Tapi wajah mereka jelas berbeda? Tapi kenapa sifat mereka
begitu mirip dan aku selalu merasa nyaman bersamanya? Sejuta pertanyaan ini
terus memenuhi otakku dan tiada hentinya bermunculan di benakku.
“Hei, apa yang kamu pikirkan? Kamu mau cari apa
sih di toko boneka ini?” ucap melody sambil menatapku yang sedari tadi berdiam
diri memandanginya.
“ah, oh maaf, ambil saja boneka itu kalau kamu
mau. Aku akan membelikannya untukmu.” Ucapku spontan dan masih setengah sejuta
pertanyaan di benakku.
“Arigato!” ucapnya dengan nada senang dan
sambil mencium pipiku.
Seketika aku merasa bahagia saat melihat wajah
melody begitu senang, wajahnya begitu riang sekali dan apalagi saat dia mencium
pipiku. Seketika pula aku melihat Sonya dan Nabilah berada di depanku dan
mereka melihat apa yang barusan terjadi. Aku melihat air mata Sonya mulai
berlinang dan ia pun berlari meninggalkan toko ini setelah melihatku. Sontak
aku pun mengejarnya dan meninggalkan melody di toko itu sendirian tanpa sepatah
katapun.
add me on:
f : Jōkā Crazygot
twitter : @joko_bachtiar
G + : Joko Bachtiar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar