Selasa, 14 Mei 2013

I love you, Good Bye ~part 5~


I LOVE YOU, GOODBYE 

~Part ~ 5 ~

“Kemana lagi kita pagi ini mencari Sonya?”pertanyaan yang sama yang setiap pagi selalu kudengar dari wajah cantik Melody. Aku tau ia bertanya kepadaku tapi selalu Setelah pertanyaan itu terlontar aku selalu terdiam dan termenung tak tahu harus mulai dari mana lagi aku harus mencari Sonya.
“Apa kita ke pantai lagi dan meng…”
“ke toko boneka saja” sahutku lantang dan memotong pertanyaan Melody.
Melody menatapku kaget dan sinar kebingungan terpancar diwajahnya seakan ingin bertanya kenapa aku ingin pergi ke toko boneka bukan ke pantai dan menghabiskan waktu disana bersamanya seperti biasanya. Akupun hanya membalas dengan senyuman tatapan kaget dan bingung dari wajah Melody itu.
“Mel,,, kenapa kamu selalu membantuku dan menemaniku mencari Sonya selama ini?” Tanya q iseng dan agar memecah keheningan diantara kami.
Dia menatapku dan sambil agak tertawa dia menjawab, “kalau aku bilang aku melakukannya karena aku suka kamu trus aku ingin selalu dekat kamu, apakah kamu percaya?”
Aku sontak kaget mendengar jawaban melody yang seperti itu. Aku mulai berpikir apakah benar yang barusan diucapkan melody. Apakah ia benar suka padaku? Aku mulai bimbang lagi tentang perasaanku sekarang ini, apakah aku juga sebenarnya sudah mulai menyukai melody? Apakah aku harus bilang ke melody kalau aku juga suka dia? Apakah keputusanku ini tepat? Arghhh,,,, aku bergumam sendiri dalam hati, pertanyaan – peranyaan ini membuatku semakin pusing dan dilemma saja.
Ckrek!
“Lihat, wajahmu cukup tampan dan lucu juga kalau sedang bingung seperti ini. Ahahahah!” sambil tertawa dan menunjukkan hasil shootnya barusan kepadaku. “Tenang saja tadi aku hanya asal bicara, aku tahu kamu hanya mencintai Sonya seorang.” Ujar nya padaku dengan tawa dan wajah merah merona. “Kita sudah sampai ini, apa kita akan berdiam di mobil hingga toko ini tutup?” ucap nya dengan nada bosan.
“oh maaf – maaf, ayo kita lihat – lihat kedalam.” Ucapku kaget dan agak gugup ketika menatap wajah manisnya.
“wahyu, ayo kemari!” teriak melody sambil menarik tanganku. “coba lihat boneka itu!” sambil menunjuk boneka panda besar di rak belakang deretan boneka ini. “Boneka panda ini lucu sekali, andaikan saja ada yang mau membelikannya untukku.” Gumamnya denga wajah terkesima dan kagum memandangi kelucuan boneka itu.
Sontak aku berpikir apakah melody itu sonya? Kenapa saat aku bersamanya aku merasa bahagia seperti aku sedang bersama Sonya dahulu. Tawanya, senyumannya, keceriaan di wajahnya, semuanya mirip dengan sonya. Saat aku di dekatnya aku merasa bahagia, tidak seperti aku berada di dekat Nabilah waktu itu. Ditambah lagi dia juga menyukai boneka panda sama persis seperti Sonya. Apakah melody itu sonya? Apakah melody dan sonya itu orang yang sama? Apakah melody itu jelmaan dari sonya? Ataukah ini hanya sebuah kemiripan saja? Tapi wajah mereka jelas berbeda? Tapi kenapa sifat mereka begitu mirip dan aku selalu merasa nyaman bersamanya? Sejuta pertanyaan ini terus memenuhi otakku dan tiada hentinya bermunculan di benakku.
“Hei, apa yang kamu pikirkan? Kamu mau cari apa sih di toko boneka ini?” ucap melody sambil menatapku yang sedari tadi berdiam diri memandanginya.
“ah, oh maaf, ambil saja boneka itu kalau kamu mau. Aku akan membelikannya untukmu.” Ucapku spontan dan masih setengah sejuta pertanyaan di benakku.
“Arigato!” ucapnya dengan nada senang dan sambil mencium pipiku.
Seketika aku merasa bahagia saat melihat wajah melody begitu senang, wajahnya begitu riang sekali dan apalagi saat dia mencium pipiku. Seketika pula aku melihat Sonya dan Nabilah berada di depanku dan mereka melihat apa yang barusan terjadi. Aku melihat air mata Sonya mulai berlinang dan ia pun berlari meninggalkan toko ini setelah melihatku. Sontak aku pun mengejarnya dan meninggalkan melody di toko itu sendirian tanpa sepatah katapun.




add me on:
twitter :  @joko_bachtiar
G + : Joko Bachtiar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar